Aplikasi trading crypto di Indonesia terus bertambah, dan per September 2026 sudah ada 28 pedagang aset kripto yang tercatat berizin di OJK. Namun untuk mulai trading crypto, penting bagi kamu memilih aplikasi yang biayanya rendah dan bonusnya sesuai kebutuhan.
Berikut adalah daftar 10 aplikasi trading crypto terbaik dan terpercaya di Indonesia yang bisa jadi pertimbangan. Semua aplikasi di daftar ini sudah berizin dan diawasi OJK, sehingga aman dari sisi legalitas.
Daftar Isi:
| Aplikasi | Izin OJK | Biaya trading spot (taker IDR) | Minimal beli | Bonus pengguna baru | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|---|
| Triv | S-23/D.07/2025 | 0,1% (Triv Market) | Rp50.000 | Spin s.d. 0,1953 ETH, setelah beli min. Rp150 ribu | Trader rutin, biaya rendah |
| Reku | S-17/D.07/2025 | 0,1% (Pro Mode), Lightning Mode memakai spread | Rp30.000 | Ada misi bonus pengguna baru, nominal cek di aplikasi | Beragam metode deposit |
| Pluang | S-11/D.07/2025 | 0,15% (Advanced Order), Instant Order tanpa biaya dan memakai spread | Rp10.000 | Hadiah acak Rp5.000 s.d. Rp1 juta, setelah investasi Rp1 juta dalam satu transaksi dan tahan 45 hari | Crypto dan aset lain dalam satu aplikasi |
| Pintu | S-15/D.07/2025 | 0,17% (Pintu Pro), aplikasi reguler memakai spread | Rp11.000 | Cashback hingga 5% biaya trading Pintu Pro | Pemula, lalu mode Pro |
| Indodax | S-18/D.07/2025 | 0,2% | Rp10.000 (Indodax Lite) | Belum ada | Koin lengkap, likuiditas lokal |
| Tokocrypto | S-14/D.07/2025 | 0,2% | Rp20.000 | Cashback 10% biaya trading spot (order di menu Pasar) | Trader spot aktif |
| Ajaib Kripto | S-13/D.07/2025 | 0,2% | Rp10.000 | Saldo BTC, ETH, atau DOGE setelah beli aset kripto | Pengguna saham Ajaib |
| OSL Indonesia | KEP-7/D.07/2025 | 0,2% | Rp2.000 | Rp50.000, setelah KYC, deposit, dan trading Rp50 ribu | Mulai dari modal kecil |
| Bybit Indonesia | S-12/D.07/2025 | 0,2% | ±Rp90.000 | 5 USDT, setelah deposit dan trading masing-masing 100 USDT | Pilihan aset banyak (500+) |
| Nanovest | S-8/D.07/2025 | Tanpa biaya komisi (spread) | Rp5.000 | NBT senilai ±Rp40.000, cair bertahap lewat 4 misi (terbesar volume Rp10 juta) | Crypto, saham AS, dan emas |
| Biaya trading adalah biaya taker pasangan rupiah (IDR), belum termasuk pajak dan biaya bursa (CFX atau ICEx). Urutan daftar mengikuti biaya taker terendah, dan aplikasi berbasis spread ada di urutan terakhir. | |||||
1. Triv
Triv adalah aplikasi trading crypto yang cocok untuk kamu yang sering beli dan jual aset kripto. Biaya trading di Triv Market hanya 0,1% per transaksi, sama untuk maker dan taker.
Triv sudah beroperasi sejak 2015 dan termasuk salah satu exchange crypto tertua di Indonesia. Di aplikasi ini, kamu bisa jual beli ratusan aset kripto di pasar spot maupun futures.
Kelebihan:
- Berizin OJK (S-23/D.07/2025).
- Bisa trading lewat desktop, bukan cuma aplikasi.
- Ada token saham AS dan gadai kripto.
- Bonus saldo ethereum hingga 0,1953 ETH untuk pengguna baru yang daftar dengan kode referral Triv
Kekurangan:
- KYC baru bisa dilakukan setelah deposit dan beli aset (kebalikan dari app pada umumnya).
- Fitur trading lebih terbatas dibanding Pintu atau Tokocrypto.
Bonus saldo Ethereum
Pakai kode ini saat daftar · transaksi min. Rp150 ribu → spin s/d 0,1953 ETH
Triv berizin & diawasi OJK
2. Reku
Reku (sebelumnya Rekeningku) adalah aplikasi investasi crypto dan saham Amerika Serikat yang cocok untuk kamu yang ingin mengelola keduanya sekaligus. Reku punya dua mode trading, yaitu Lightning Mode yang bebas biaya tetapi memakai spread, dan Pro Mode dengan biaya 0,1% per transaksi.
Reku didirikan pada 2018 dan beroperasi di bawah PT Rekeningku Dotcom Indonesia. Layanan pelanggannya bisa dihubungi lewat live chat 24/7.
Kelebihan:
- Fitur lumayan lengkap, termasuk perpetual futures dengan leverage hingga 25x.
- Minimal transaksi jual/beli kripto cukup terjangkau, mulai dari Rp30 ribu.
- Punya beragam pilihan metode deposit/penarikan rupiah.
Kekurangan:
- Pilihan aset kripto (350+ koin) lebih sedikit dibanding Indodax atau Bybit Indonesia.
- Likuiditas transaksi relatif rendah, sehingga spread-nya bisa lebih tinggi.
Trading tanpa fee (Mode Lightning)
Pakai kode ini saat daftar
Reku berizin & diawasi OJK
3. Pluang
Pluang merupakan aplikasi investasi all-in-one yang cocok untuk kamu yang ingin mengelola crypto dan aset lain dalam satu aplikasi. Selain crypto, ada juga emas, saham Amerika Serikat, dan reksadana.
Untuk aset kripto, saham, dan reksadana, Pluang berizin dan diawasi OJK, sedangkan produk emasnya diawasi Bappebti.
Kelebihan:
- Dapat diakses via website dan aplikasi.
- Instant Order tanpa biaya transaksi (harganya memakai spread), sedangkan Advanced Order kena biaya taker 0,15%.
- Pilihan aset crypto beragam.
- Bonus hadiah acak hingga Rp1 juta untuk pengguna baru yang daftar dengan kode referral Pluang
Kekurangan:
- Fitur trading crypto terbatas, terutama jika kamu mengakses lewat aplikasi Pluang.
- Penarikan saldo ke rekening hanya gratis sekali per bulan, berikutnya Rp4.500 per transaksi (belum termasuk PPN).
- Syarat bonus referral cukup berat, yaitu investasi Rp1 juta dalam satu transaksi lalu ditahan 45 hari.
Bonus sampai Rp1 juta
Pakai kode ini saat daftar
Pluang berizin & diawasi OJK
Baca juga: Pintu vs Pluang, Mana yang Lebih Oke?
4. Pintu
Pintu adalah aplikasi trading crypto yang populer dan ramah pemula, cocok untuk kamu yang baru mulai lalu ingin naik ke fitur yang lebih lengkap. Biaya taker di mode Pintu Pro sebesar 0,17%, sedangkan aplikasi reguler bebas biaya tetapi memakai spread.
Pintu hadir sejak 2020. Khusus trader berpengalaman, mode Pintu Pro juga membuka akses ke pasar futures dengan leverage hingga 25x.
Kelebihan:
- Desain antarmuka sederhana dan mudah dimengerti.
- Banyak pilihan cryptocurrency.
- Ada staking (Pintu Earn).
- Bonus cashback hingga 5% biaya trading Pintu Pro untuk pengguna baru yang daftar dengan kode referral Pintu
Kekurangan:
- “Bebas biaya” hanya untuk instant order, dan spread harga beli dan jualnya cukup tinggi.
- Tarik rupiah kena biaya Rp4.500, gratis kalau staking minimal 100 PTU.
Cashback 5% biaya trading, seumur hidup
Pakai kode ini saat daftar
Pintu berizin & diawasi OJK
5. Indodax
Indodax adalah bursa crypto pertama di Indonesia yang cocok untuk kamu yang ingin trading di exchange lokal dengan basis pengguna besar. Indodax berdiri sejak 2014 dan tercatat punya lebih dari 10,2 juta member terdaftar.
Indodax sempat kena peretasan pada September 2024, tetapi saldo pengguna dinyatakan tetap 100% aman. Platform ini kembali beroperasi sekitar 80 jam kemudian, dengan cadangan aset (Proof of Reserve) di atas 100% dari total saldo pengguna.
Kelebihan:
- Pilihan aset kripto lengkap, lebih dari 500 koin.
- Bisa diakses via web dan aplikasi.
- Likuiditas lokal tinggi.
Kekurangan:
- Tampilan kurang ramah untuk pemula.
- Biaya tarik rupiah Rp10.000, dengan minimal tarik Rp100.000.
Bursa crypto terbesar di Indonesia
Pakai kode ini saat daftar
Indodax berizin & diawasi OJK
Baca juga: Indodax vs Pintu, Bagusan Mana?
6. Tokocrypto
Tokocrypto merupakan aplikasi trading crypto yang berfokus pada pasar Indonesia dan cocok untuk kamu yang aktif trading di pasar spot. Biaya taker untuk pasangan IDR sebesar 0,2%, dan bisa 25% lebih murah kalau biayanya dibayar pakai token TKO.
Tokocrypto beroperasi di bawah PT Aset Digital Berkat sejak 2018. Karena terafiliasi dengan Binance, likuiditasnya terbilang tinggi dibanding exchange lokal lain.
Kelebihan:
- Banyak pilihan aset kripto.
- Fitur lengkap, khususnya untuk keperluan trading crypto di pasar spot.
- Bonus cashback 10% biaya trading spot untuk pengguna yang registrasi dengan kode referral Tokocrypto
Kekurangan:
- Belum ada fitur futures atau margin, hanya trading spot.
- Deposit lewat QRIS dan e-wallet kena biaya 2%, dan tarik rupiah ke rekening bank kena Rp10.000 per transaksi.
Cashback 10% biaya trading spot
Pakai kode ini saat daftar
Tokocrypto berizin & diawasi OJK
Baca juga: Review Tokocrypto vs Pintu, Pilih Mana?
7. Ajaib Kripto
Ajaib Kripto adalah platform crypto dari Ajaib yang cocok untuk kamu yang sudah memakai Ajaib untuk investasi saham. Crypto-nya ada di satu aplikasi yang sama dengan saham, dan antarmukanya ramah untuk pemula.
Biaya taker untuk pasangan IDR sebesar 0,2%. Selain jual beli aset kripto, tersedia juga Ajaib Earn untuk staking aset kripto tertentu dengan imbal hasil (APY).
Kelebihan:
- Banyak pilihan aset kripto.
- Minimal beli rendah, mulai dari Rp10.000.
- Bonus saldo BTC, ETH, atau DOGE untuk pengguna baru yang daftar dengan kode referral Ajaib Kripto
Kekurangan:
- Hanya bisa diakses via aplikasi.
- Tidak bisa menjual saldo crypto secara keseluruhan.
Bonus saldo BTC / ETH / DOGE
Pakai kode ini saat daftar
Ajaib Kripto berizin & diawasi OJK
8. OSL Indonesia
OSL Indonesia adalah exchange crypto berizin OJK yang cocok untuk kamu yang ingin mulai dari modal kecil. Biaya taker untuk pasangan IDR sebesar 0,2%, dengan minimal trading paling rendah di antara 10 aplikasi di daftar ini.
OSL Indonesia merupakan hasil rebrand dari Koinsayang setelah diakuisisi OSL Group, perusahaan aset digital asal Hong Kong. Menunya cukup lengkap, mulai dari spot, beli dan jual instan, Launchpool, sampai OTC.
Kelebihan:
- Berizin PAKD OJK dengan nomor KEP-7/D.07/2025.
- Induk perusahaannya terbuka di bursa Hong Kong (863.HK), sehingga kredibilitas korporatnya bisa dicek.
- Bonus Rp50.000 untuk pengguna baru yang daftar dengan kode referral OSL Indonesia
Kekurangan:
- Brand masih baru setelah rebrand dari Koinsayang, sehingga track record-nya pendek.
- Belum ada produk Earn atau DCA otomatis.
- Pilihan koin lebih sedikit dibanding Indodax.
Saldo crypto Rp50.000
Pakai kode ini saat daftar
OSL Indonesia berizin dan diawasi OJK
9. Bybit Indonesia
Bybit Indonesia (bybit.id) adalah exchange crypto berizin OJK yang cocok untuk kamu yang mencari pilihan aset paling banyak. Sejak hari pertama, sudah ada lebih dari 500 aset kripto yang bisa dibeli di aplikasi ini.
Bybit Indonesia resmi meluncur pada 15 Juli 2026, hasil transformasi dari NOBI setelah diakuisisi mayoritas oleh Bybit. Biaya taker di pasangan IDR sebesar 0,2%, atau sekitar 0,21% saat beli setelah ditambah biaya bursa CFX.
Kelebihan:
- Berizin dan diawasi OJK lewat entitas lokal PT Enkripsi Teknologi Handal (sebelumnya NOBI).
- Deposit rupiah gratis lewat transfer bank.
- Bonus 5 USDT untuk pengguna baru yang daftar dengan kode referral Bybit Indonesia, dan pengajaknya juga dapat 5 USDT.
Kekurangan:
- Masih baru, sehingga track record lokalnya belum kelihatan dan sebagian produk dirilis bertahap.
- Deposit rupiah baru bisa lewat transfer bank, belum ada e-wallet atau QRIS.
- Biaya jual di pasangan IDR dua kali lipat biaya beli, yaitu sekitar 0,42% sudah termasuk pajak dan biaya CFX.
Bonus kripto 5 USDT
Pakai kode ini saat daftar
Bybit Indonesia diawasi OJK
10. Nanovest
Nanovest adalah super-app investasi yang cocok untuk kamu yang ingin mulai dari modal kecil. Modal awalnya mulai dari Rp5.000, dan transaksinya tidak kena biaya komisi karena biayanya sudah masuk di selisih harga beli dan jual (spread).
Nanovest dikelola oleh PT Tumbuh Bersama Nano, perusahaan asal Indonesia yang berdiri sejak 2021.
Kelebihan:
- Crypto, saham AS, dan emas dalam satu aplikasi.
- Ada fitur staking Nanobyte (NBT), token native di ekosistem Nanovest.
- Bonus NBT senilai ±Rp40.000 untuk pengguna baru yang daftar dengan kode referral Nanovest
Kekurangan:
- Hanya bisa diakses via aplikasi di smartphone.
- Fitur trading lanjutan (advanced) terbatas.
- Bonus referral cair bertahap lewat 4 misi, dan bagian terbesarnya baru cair setelah volume trading Rp10 juta.
Bonus NBT senilai ~Rp40.000
Pakai kode ini saat daftar
Nanovest berizin & diawasi OJK
Cara Memilih Aplikasi Trading Crypto yang Terpercaya
Semua aplikasi di daftar ini sudah berizin OJK, tetapi kebutuhan tiap orang berbeda. Ada empat hal yang perlu kamu perhatikan saat memilih aplikasi trading crypto yang terpercaya, yaitu:
- Izin OJK. Cek nama perusahaan dan nomor izinnya di daftar penyelenggara perdagangan aset keuangan digital di situs OJK. Nama aplikasi bisa berbeda dengan nama perusahaannya, misalnya Tokocrypto yang beroperasi di bawah PT Aset Digital Berkat.
- Biaya trading. Bandingkan biaya taker, bukan hanya klaim “bebas biaya”, karena aplikasi tanpa biaya transaksi biasanya memakai spread yang lebih lebar. Setiap penjualan juga kena pajak dan biaya bursa, jadi hitung biayanya setelah semua potongan.
- Minimal beli dan cara deposit. Kalau modalmu masih kecil, pilih aplikasi dengan minimal beli yang rendah. Cek juga metode deposit yang tersedia, apakah transfer bank, virtual account, e-wallet, atau QRIS.
- Keamanan dana. Pastikan aset pengguna disimpan di kustodian berizin dan aplikasinya rutin mempublikasikan Proof of Reserve (PoR). Riwayat insiden juga perlu dicek, termasuk cara aplikasi itu mengganti dana pengguna.
Bagaimana dengan Aplikasi Crypto Luar Negeri?
Exchange global seperti Binance, Coinbase, Bybit, Bitget, dan MEXC memang punya pilihan koin dan fitur paling lengkap di dunia. Namun, aplikasi crypto luar negeri punya sejumlah kekurangan yang perlu kamu tahu, antara lain:
- Tidak berizin OJK. Tidak ada satu pun exchange asing di whitelist OJK, dan akun media sosial Binance, Bybit, serta MEXC bahkan sudah diblokir Kominfo sejak Juli 2024.
- Tidak ada perlindungan hukum lokal. Kalau dana nyangkut atau akun bermasalah, kamu tidak bisa mengadu ke OJK atau lembaga Indonesia.
- Pajaknya lebih mahal. Transaksi lewat platform luar negeri kena PPh final 1%, hampir 5 kali lipat dibanding exchange lokal berizin (0,21%).
- Akses bisa diputus, dan deposit atau tarik rupiah lebih rumit karena tidak resmi.
Jadi, sebaiknya pakai exchange lokal saja. Kalaupun mau pakai exchange global, bisa pakai yang afiliasi versi lokalnya seperti Bybit Indonesia (bybit.id), OSL Indonesia, Tokocrypto, atau TRIV.
Sedangkan untuk token yang belum ada di exchange lokal, seperti memecoin baru di Solana, kamu tetap bisa mulai dari exchange lokal dengan membeli SOL lalu mengirimnya ke wallet sendiri. Untuk info caranya, cek panduan trading di Solana.
FAQ
Apakah crypto legal di Indonesia?
Legal. Crypto diakui sebagai aset yang boleh diperdagangkan di Indonesia, dan sejak 10 Januari 2025 pengawasannya pindah dari Bappebti ke OJK.
Yang penting, pakai aplikasi yang sudah berizin OJK seperti 10 aplikasi di daftar ini.
Berapa modal minimal untuk mulai trading crypto?
Cukup kecil, tergantung aplikasinya. Minimal beli tiap aplikasi ada di tabel perbandingan di atas, dengan yang terendah mulai Rp2.000.
Apakah ada pajak crypto?
Sejak Agustus 2025, beli crypto tidak lagi kena PPN. Yang ada PPh final 0,21% di sisi penjual untuk exchange lokal berizin, dan biasanya sudah dipotong otomatis.
Apa risiko trading crypto?
Harga aset kripto bisa naik turun tajam dalam waktu singkat, sehingga nilainya bisa turun jauh di bawah modal awal. Aset kripto juga tidak dijamin LPS, jadi sebaiknya pakai uang dingin yang tidak kamu butuhkan dalam waktu dekat.
Jadi, itulah daftar 10 aplikasi trading crypto terbaik dan terpercaya di Indonesia. Secara garis besar, Triv dan Reku unggul dari sisi biaya trading, sedangkan OSL Indonesia dan Nanovest cocok untuk kamu yang ingin mulai dari modal kecil.
Bagi kamu yang tertarik daftar, sebaiknya registrasi pakai kode referral di masing-masing aplikasi agar dapat bonus sesuai ketentuan yang berlaku. Cek juga daftar kode referral aplikasi keuangan lainnya.