Bank digital kini banyak dipakai untuk menabung sekaligus bertransaksi sehari-hari, terutama yang terhubung langsung dengan aplikasi belanja dan transportasi online.
Dua nama yang sering dibandingkan adalah SeaBank, bank digital milik Sea Group yang juga menaungi Shopee, dan Superbank, bank digital yang didukung Grab dan Emtek.
Lantas, mana yang lebih bagus di antara keduanya? Simak perbandingan SeaBank vs Superbank berikut ini!
Daftar Isi:
| Kriteria | SeaBank | Superbank |
|---|---|---|
| Pemilik | Sea Group (induk Shopee) | Emtek, Grab, Singtel, KakaoBank |
| Biaya admin bulanan | Gratis | Gratis |
| Bunga tabungan / tahun | 2,5% (3,5% mulai saldo Rp150 juta), cair harian | 5% (Celengan 10%, saldo maks Rp5 juta) |
| Tabungan dijamin LPS? | Ya, bunga di bawah TBP 3,75% | Tidak, bunga di atas TBP 3,75% |
| Bunga deposito | Hingga 6% (tenor 12 bulan), min Rp1 juta | 7,5% semua tenor 1–12 bulan, min Rp500 ribu |
| Transfer gratis antarbank | 100x/bulan | 200x/bulan, lalu Rp2.500 (BI-FAST) atau Rp6.500 (RTOL) |
| Kode bank | 535 | 562 |
| Bonus pengguna baru | Rp10 ribu, top up Rp50 ribu dan tahan 3 hari (kode referral SeaBank) | Rp15 ribu, tautkan akun Grab dan bayar minimal 2× di Grab (kode referral Superbank) |
| Keduanya berizin OJK dan peserta penjaminan LPS. Bunga di atas tingkat bunga penjaminan LPS tidak dijamin, cek lps.go.id. Data per Oktober 2026. | ||
1. Legalitas dan Keamanan
Dari sisi legalitas, SeaBank dan Superbank sama-sama terdaftar dan diawasi OJK dan Bank Indonesia, serta menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
SeaBank beroperasi di bawah PT Bank SeaBank Indonesia, yang berdiri sejak 1991 (sebelumnya bernama Bank Kesejahteraan Ekonomi) dan resmi berganti nama menjadi SeaBank pada 2021.
Superbank beroperasi di bawah PT Super Bank Indonesia Tbk, yang berdiri sejak 1993 (dulu bernama Bank Fama International) dan bertransformasi menjadi Superbank pada 2023.
Namun, status peserta LPS tidak membuat semua simpanan otomatis dijamin. LPS hanya menjamin simpanan yang bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan (TBP), yaitu 3,75% per tahun untuk bank umum hingga 31 Januari 2027.
Artinya, tabungan SeaBank masih dijamin LPS, karena bunganya 2,5% per tahun (3,5% untuk saldo Rp150 juta ke atas) masih di bawah batas tersebut.
Sementara itu, semua tabungan Superbank sudah berada di atas TBP, mulai dari Tabungan Utama 5% sampai Celengan 10%, begitu juga deposito Superbank dan deposito SeaBank tenor 3 bulan ke atas.
Meski begitu, bunga di atas TBP bukan berarti banknya tidak aman, karena kedua bank tetap diawasi OJK dan Bank Indonesia. Bedanya, simpanan tersebut tidak ikut diganti LPS kalau izin usaha banknya dicabut.
Jadi, untuk dana darurat yang perlu tetap dijamin LPS, SeaBank lebih aman. Sedangkan untuk tabungan yang mengutamakan bunga besar, Superbank lebih untung.
Saldo tunai Rp10.000
Pakai kode ini saat daftar
SeaBank berizin dan diawasi OJK
2. Suku Bunga Tabungan dan Deposito
Dari sisi bunga, Superbank unggul jauh. Tabungan Utama Superbank memberi bunga 5% per tahun, dua kali lipat bunga tabungan SeaBank yang 2,5%.
Untuk deposito, Superbank memberi 7,5% per tahun di semua tenor 1 sampai 12 bulan, dengan setoran minimal Rp500 ribu. Sedangkan bunga deposito SeaBank hingga 6% untuk tenor 12 bulan, dengan setoran minimal Rp1 juta.
Namun, bunga Superbank sebesar itu sudah melewati TBP, sehingga simpanannya tidak dijamin LPS seperti yang dibahas di bagian legalitas.
Superbank juga punya Celengan dengan bunga 10% per tahun. Celengan ini terisi otomatis dari Tabungan Utama sebesar Rp1 ribu sampai Rp50 ribu per hari, dengan saldo maksimal Rp5 juta sebelum pecah otomatis.
Artinya, bunga 10% tersebut tidak bisa dipakai untuk menaruh uang dalam jumlah besar sekaligus. Kalau butuh, saldo Celengan bisa dipecah kapan saja tanpa penalti.
Adapun, bunga tabungan SeaBank dihitung dan dibayar setiap hari.
Berikut perbandingan bunga SeaBank dan Superbank per produk.
| Produk | SeaBank | Superbank |
|---|---|---|
| Tabungan utama | 2,5% (3,5% mulai saldo Rp150 juta) | 5% |
| Sub-rekening | Tidak ada | Saku 5% |
| Tabungan otomatis | Tidak ada | Celengan 10% (saldo maks Rp5 juta) |
| Deposito 7–14 hari | Tidak ada | 6% |
| Deposito 1–12 bulan | Hingga 6% (tenor 12 bulan) | 7,5% semua tenor |
| Minimal deposito | Rp1 juta | Rp500 ribu |
| Cair sebelum jatuh tempo | Tanpa biaya, tanpa bunga | Tanpa penalti, tanpa bunga berjalan |
| Bunga deposito dibayar | Saat jatuh tempo | Saat jatuh tempo |
| Deposito Superbank tenor 1–12 bulan untuk pokok di atas Rp1 miliar 6,5%. Bunga bisa berubah, cek seabank.co.id dan superbank.id. | ||
Sebagai gambaran, uang Rp5 juta yang disimpan setahun menghasilkan bunga sekitar Rp125 ribu di tabungan SeaBank dan sekitar Rp250 ribu di Tabungan Utama Superbank. Bunga ini juga tidak dipotong pajak 20%, karena saldonya masih di bawah Rp7,5 juta.
Untuk menghitung hasil bersih sesuai nominal dan tenormu, coba pakai kalkulator deposito atau lihat simulasi deposito SeaBank. Kalau ingin membandingkan bunga keduanya dengan bank digital lain, cek daftar bank digital bunga tinggi yang diperbarui tiap bulan.
Saldo tunai Rp15.000
Pakai kode ini saat daftar
Superbank berizin dan diawasi OJK
3. Biaya dan Tarif
Biaya dan tarif di SeaBank dan Superbank kurang lebih mirip, karena keduanya gratis biaya admin bulanan dan tanpa saldo minimum. Bedanya ada di kuota transfer gratis ke bank lain.
Superbank memberi kuota gratis 200 kali per bulan untuk gabungan RTOL dan BI-FAST, sedangkan SeaBank 100 kali per bulan untuk RTOL dan SKN. Setelah kuota habis, transfer dari Superbank kena Rp6.500 lewat RTOL atau Rp2.500 lewat BI-FAST.
Untuk top up e-wallet, SeaBank menggratiskan top up ShopeePay, tapi top up ke DANA, GoPay, OVO, dan LinkAja kena biaya Rp400 sampai Rp1.000. Di sisi lain, biaya top up e-wallet dari Superbank berkisar Rp0 sampai Rp2.000.
Jadi, kuota transfer Superbank lebih longgar untuk yang sering transfer ke bank lain, sementara SeaBank lebih hemat untuk yang sering top up ShopeePay.
Berikut perbandingan biaya dan limit transaksi SeaBank dan Superbank.
| Jenis | SeaBank | Superbank |
|---|---|---|
| Admin bulanan | Gratis | Gratis |
| Saldo minimum | Rp0 | Rp0 |
| Transfer antarbank gratis | 100x/bulan (RTOL & SKN) | 200x/bulan (RTOL & BI-FAST) |
| Setelah kuota habis | RTOL & SKN Rp2.500 | RTOL Rp6.500, BI-FAST Rp2.500 |
| Top up ShopeePay | Gratis | Rp0–Rp2.000 |
| Top up GoPay / OVO / LinkAja | Rp1.000 | Rp0–Rp2.000 |
| Top up DANA | Rp400 | Rp0–Rp2.000 |
| Limit transfer antarbank per transaksi | Rp250 juta (RTOL) | Rp100 juta (RTOL), Rp250 juta (BI-FAST) |
| Limit harian | Rp1 miliar (semua transaksi) | Rp300 juta (RTOL), Rp1 miliar (BI-FAST) |
Untuk info biaya dan tarif terbaru, cek halaman resmi berikut:
Baca juga: Krom Bank vs Superbank, Mana yang Lebih Oke?
4. Produk Pinjaman/Kredit
Baik SeaBank maupun Superbank sama-sama sudah memiliki produk pinjaman yang bisa diajukan lewat aplikasi. SeaBank menawarkan SeaBank Pinjam, kredit tanpa agunan dengan limit hingga Rp100 juta dan tenor maksimal 12 bulan, tapi baru tersedia untuk nasabah terpilih.
Sedangkan, Superbank punya Pinjaman Atur Sendiri (PAS) dengan limit hingga Rp100 juta, yang dananya bisa ditarik sesuai kebutuhan selama masih dalam batas limit.
5. Fitur Unggulan
Dari sisi fitur, SeaBank dan Superbank sama-sama terhubung dengan aplikasi besar yang dipakai sehari-hari, hanya saja mitranya berbeda.
SeaBank menonjol dengan integrasi penuh bersama Shopee, sehingga saldo SeaBank bisa langsung dipakai untuk bayar belanja di Shopee. Selain itu, bunga tabungan yang dibayar harian menjadi daya tarik tersendiri bagi nasabah yang ingin melihat saldo bertambah setiap hari.
Sementara itu, Superbank menonjol di ekosistem Grab dan OVO. Rekening Superbank bisa dibuka dan dipakai untuk bayar langsung dari aplikasi Grab, dan ada juga OVO Nabung dengan bunga 5% per tahun.
Superbank juga punya Saku untuk memisahkan dana sesuai kebutuhan, misalnya untuk tabungan liburan atau pengeluaran bulanan.
Baca juga: Seabank vs Bank Jago, Bagusan Mana?
6. Aksesibilitas
Dari sisi aksesibilitas, SeaBank dan Superbank sama-sama sudah mendukung pembayaran QRIS, jadi keduanya bisa dipakai untuk transaksi offline di merchant.
Namun, SeaBank belum punya kartu debit fisik. Untuk tarik tunai, nasabah SeaBank bisa memakai kode dari aplikasi di kasir Indomaret atau Alfamart.
Solusinya, kamu bisa transfer uang dulu ke rekening bank lain yang punya kartu debit, lalu tarik tunai dari ATM bank tersebut.
Jadi, itulah perbandingan SeaBank vs Superbank. Secara garis besar, SeaBank unggul di jaminan LPS untuk tabungan dan integrasi dengan Shopee, cocok untuk kamu yang aktif belanja di Shopee dan ingin tabungan tetap dijamin LPS.
Sedangkan Superbank unggul di bunga yang lebih tinggi dan kuota transfer gratis yang lebih banyak, cocok untuk kamu yang sering memakai Grab atau OVO dan mengutamakan bunga tabungan atau deposito yang lebih besar.
Keduanya juga bisa dipakai bersamaan, misalnya SeaBank untuk dana darurat dan Celengan Superbank untuk tabungan kecil berbunga 10%.
Bagi kamu yang tertarik daftar, sebaiknya registrasi pakai kode referral SeaBank dan kode referral Superbank agar dapat bonus sesuai ketentuan yang berlaku.